KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN KESMAS KEDOKTERAN

Kumpulan KTI SKRIPSI Kebidanan Keperawatan Kesmas Kedokteran ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa/i kebidanan keperawatan kesehatan masyarakat dan Kedokteran dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam tugas akhir pendidikan. Kumpulan KTI Skripsi ini akan terus kami tambah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam mendapatkan contoh KTI Skripsi, jadi anda tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya dalam mencari KTI yang anda inginkan.

Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Ibu Inpartu Fase Aktif di BPS

Minggu, 22 Juli 2012


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Strategi pembangunan nasional adalah pembangunan berwawasan kesehatan untuk mencapai tujuan MDG’s 2015. Strategi ini harus diikuti dengan pembangunan sumber daya manusia berkualitas, yang bercirikan manusia sehat, cerdas, produktif, dan mandiri. Upaya ini harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak manusia itu masih berada dalam kandungan, bayi dan semasa balita.
Setiap tahun diperkirakan delapan juta bayi lahir meninggal pada bulan pertama setelah kelahiran dan sekitar 80 persen kematian neonatal ini terjadi pada minggu pertama. Sebagian besar dari kematian ini terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Angka kematian bayi di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007 sebesar 26,9 per 1000 kelahiran hidup. Tingginya kematian bayi pada usia hingga satu tahun menunjukkan masih rendahnya status kesehatan ibu dan bayi baru lahir, rendahnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak khususnya pada masa persalinan dan segera sesudahnya, serta perilaku ibu hamil dan keluarga serta masyarakat yang bersifat negatif bagi perkembangan kehamilan sehat, persalinan yang aman dan perkembangan dini anak.
Perawatan bayi baru lahir yang baik dan benar merupakan salah usaha untuk mendukung upaya penurunan kematian bayi. Perawatan bayi baru lahir merupakan bagian perawatan maternal. Bayi baru lahir akan menjadi orang yang berdiri sendiri yang membutuhkan perhatian, perawatan dan pengawasan yang baik (Manuaba, 2002). Perawatan bayi baru lahir berkembang sejalan dengan pengetahuan bahwa bayi adalah lemah dan tidak berdaya, membutuhkan panas tubuh ekstra, dan merupakan periode hidup yang ber¬bahaya sehingga harus mendapatkan perlindungan, pengaturan lingkungan dibawah pengawasan yang konstan (Hamilton, 2000).
Infeksi pada talipusat atau tetanus neonatorum merupakan salah satu contoh dari perawatan bayi baru lahir yang kurang baik. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tetanus neonatorum menyebabkan kematian bayi yang cukup tinggi karena pemotongan tali pusat masih banyak menggunakan alat-alat tradisional. Masuknya kuman tetanus Clostridum tetani sebagian besar melalui tali pusat. Masa inkubasinya sekitar 3 – 10 hari dan semakin pendek masa inkubasinya maka penyakit akan semakin fatal. Tetanus neonatorum menyebabkan kerusakan pada pusat motorik, jaringan otak, pusat pernafasan dan jantung (Manuaba, 2002).
Sebagian besar ibu yang mempunyai bayi merasa takut dan malas untuk merawat tali pusat yang tampak tidak menarik apalagi bila bayi baru berumur beberapa hari dan tali pusat masih basah. Selain itu dalam budaya masyarakat kita masih banyak ditemui mitos-mitos tentang perawatan talipusat bayi yang beresiko terhadap terjadinya infeksi pada talipusat. Salah satunya adalah anjuran untuk menempelkan uang logam diatas pusat bayi setelah talipusatnya puput, tujuannya adalah agar pusat bayi tidak menonjol (bodong). Kemudian masih banyak masyarakat kita yang melakukan hal yang dapat mengakibatkan talipusat terinfeksi, contohnya talipusat bayi yang dibubuhkan dengan kopi dan air jeruk yang muda agar talipusat cepat mengkerut dan kering.
Tindakan pencegahan aseptik yang baik hendaknya perlu diperhatikan pada perawatan dini tali pusat. Yang paling penting dalam perawatan tali pusat adalah hygiene perawatan yang baik, terutama mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi. Suatu cara pencegahan lain yang merupakan prosedur rutin adalah mengoleskan ujung tali pusat dan kulit abdomen disekitarnya dengan antiseptik dalam hal ini povidone iodine. Dengan cara ini maka populasi bakteri pada daerah tempat masuknya infeksi pada bayi sangat menurun terutama kuman patogennya (Yu dan Monintja, 1997).
Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan baik individu, kelompok, masyarakat dikelompokan menjadi 4 yaitu lingkungan (environment), perilaku (behavior), pelayanan kesehatan (health services), dan keturunan (hereditas) (Blum, 1974 dalam Notoatmodjo, 2005). Pengetahuan dan motivasi adalah salah satu unsur perilaku manusia dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Pengetahuan dapat dikatakan sebagai pengalaman yang mengarah pada kecerdasan serta akan meningkatkan minat dan perhatian. Pengetahuan merupakan proses belajar dengan menggunakan panca indera yang dilakukan seseorang terhadap objek tertentu untuk dapat menghasilkan informasi dan keterampilan (Hidayat, 2003). Semakin tinggi tingkat pengetahuan individu tentang masalah kesehatan akan sangat membantu dalam penanganan/pencegahan terjadinya masalah kesehatan tersebut (Notoatmodjo, 2003).
Berdasarkan uraian tersebut, maka menarik dilakukan penelitian mengenai hubungan motivasi dan tingkat pengetahuan terhadap perawatan bayi baru lahir dengan perawatan talipusat oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas Tahun

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : “Apakah ada hubungan motivasi dan pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir dengan perawatan talipusat oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas Tahun ?”.

C. Tujuan Penelitan
1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan motivasi dan pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir dengan perawatan talipusat oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas Tahun
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi motivasi ibu tentang perawatan bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas
b. Mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas
c. Mengidentifikasi perawatan talipusat bayi baru lahir oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas
d. Menganalisis hubungan motivasi tentang perawatan bayi baru lahir dengan perawatan talipusat oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas
e. Menganalisis hubungan pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir dengan perawatan talipusat oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :
1. Bagi Ibu
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang perawatan bayi baru lahir khususnya perawatan bayi baru lahir.
2. Bagi Ilmu dan Profesi Kebidanan
Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu kebidanan serta merupakan informasi yang berharga bagi profesi bidan dalam memberikan asuhan dan pendidikan kesehatan tentang perawatan bayi baru lahir khususnya perawatan tali pusat bayi baru lahir
3. Bagi Puskesmas
Penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi terhadap pelayanan yang telah diberikan khususnya dalam memberikan asuhan dan dan pendidikan kesehatan tentang perawatan bayi baru lahir khususnya perawatan tali pusat bayi baru lahir
4. Bagi Institusi Pendidikan
Penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan serta dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa lain yang ingin melakukan penelitian lanjutan.
5. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan sebagai sarana dalam mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama pendidikan dengan kenyataan yang ada di lapangan dan pengalaman yang sangat berguna dalam memberikan asuhan kebidanan kepada ibu serta untuk menambah wawasan dalam pembuatan karya tulis ilmiah.

Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran No.281

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI