KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN KESMAS KEDOKTERAN

Kumpulan KTI SKRIPSI Kebidanan Keperawatan Kesmas Kedokteran ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa/i kebidanan keperawatan kesehatan masyarakat dan Kedokteran dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam tugas akhir pendidikan. Kumpulan KTI Skripsi ini akan terus kami tambah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam mendapatkan contoh KTI Skripsi, jadi anda tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya dalam mencari KTI yang anda inginkan.

Gambaran Pengetahuan Kepala Keluarga (Suami) Tentang Infertilitas Di Kelurahan

Kamis, 10 November 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menopause merupakan suatu fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi diatas usia 40 tahun. Kondisi ini merupakan suatu akhir proses biologis yang menandai berakhirnya masa subur seorang wanita. Dikatakan menopause bila siklus mensturasinya telah berhenti selama 1 bulan. Berhentinya haid tersebut akan membawa dampak pada konsekuensi kesehatan baik fisik maupun psikis (Retnowati Noor, 2001)
Sebuah Tinjauan psikologis oleh Sofia Retnowati Hoor, mengatakan bahwa ada wanita pada masa menopause mengalami gangguan fisik, seksual, sosial, dan gangguan psikologis, dan ada juga wanita tanpa mengalami berbagai keluhan baik fisik, psikologis, dan sosial. Perbedaan ini dipengaruhi oleh berat ringannya stress yang dialami wanita dalam menghadapi dan mengatasi menopause sebagai akibat penilaiannya terhadap menopause.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di Kabupaten Pasuruan adanya perbedaan yang signifikan antara kecemasan menghadapi menopause pada wanita bekerja dengan kecemasan menghadapi menopause pada wanita tidak bekerja, dimana wanita bekerja kecemasannya lebih rendah (rata-rata 71,024) dari pada wanita tidak bekerja (rata-rata 103,585). Juga di Kabupaten Sidoardjo ditemukan, sebagian besar wanita tidak bekerja mengalami kecemasan ringan (36,2%) dan wanita bekerja tidak mengalami kecemasan (37,3%).
Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita bekerja tidak mudah mengalami kecemasan menghadapi menopasue, karena wanita bekerja lebih mempunyai kesibukan yang dapat mengalihkan keluhan-keluhan yang dirasakannya menjelang menopause, sehingga kecemasannya lebih rendah daripada wanita tidak bekerja.
Bagi wanita yang menilai dan menganggap menopause itu sebagai peristiwa yang menakutkan dan berusaha untuk menghindarinya, maka stres pun sulit dihindari. Ia akan merasa sangat menderita karena kehilangan tanda-tanda kewanitaan yang selama ini dibanggakannya. Sebaliknya bagi wanita yang menganggap menopause sebagai suatu ketentuan Tuhan yang akan dihadapi semua wanita, maka ia tidak mengalami stres (Hawari, 1996).
Menurut pendekatan kognitif, dalam ilmu psikologis, pada dasarnya gangguan emosi (takut, cemas, setres) yang dialami manusia sangat di tentukan oleh bagaimana individu menilai, peristiwa yang dialaminya. Beberapa mitos yang berkembang di masyarakat yang dapat menambah rasa cemas ibu menopause adalah saat mengalami menopause, antara lain : wanita yang mengalami menopause otomatis akan “menjadi tua” atau “waktunya sudah dekat”, kehilangan daya tarik seksualnya, periode menapouse sama dengan periode goncangan jiwa Disamping itu wanita yang sangat mencemaskan menopause besar kemungkinan karena kurang mempunyai informasi yang benar mengenai seluk beluk menopause. Maka sangat perlu wanita yang mengalami menopause mencari informasi yang objektif mengenai segala sesuatu yang menyangkut menopause khususnya bagi wanita yang belum mengalami menopause hal ini sangat penting. (Retnowati Noor, 2001).
Sindroma menopause dialami oleh banyak wanita hampir diseluruh dunia, sekitar 70-80% wanita Eropa, 60% di Amerika, 57 % di Malaysia, 18 % di Cina dan 10 % di Jepang da Indonesia dari beberapa data tampak bahwa salah satu faktor dari perbedaan jumlah tersebut adalah karena pola makannya. Pola makan wanita Eropa dan Amerika dapat lebih meningkatkan kadar Estrogen di dalam tubuh dibandingkan dengan wanita Asia, ehingga ketika masa menopause tiba jumlah Estrogen drastis menurun menyebabkan tingginya sindome menopause (Liza, 2011).
Menurut hasil penelitian Departemen Obsetri dan Ginekologi di Sumatera satu kota di Indonesia, keluhan masalah kesehatan yang dihadapi oleh perempuan menopause terkait dengan rendahnya kadar estrogen atau androgen di dalam sirkulasi darah, sehingga muncul keluhan nyeri senggama (93,33 %), keluhan pendarahan pasca senggama (84,44 %), vagina kering (93,33 %), dan keputihan (75,55 %), keluhan gatal pada vagina (88,88%), perasaan panas pada vagina (84,44 %), nyeri berkemih (77,77 %), inkontenensia urin (68,88 %), (Hadrians, dkk, 2005).
Namun menurut Reiz (1993) apabila keluhan yang dialami menjelang dan ketika menopause dihadapi dengan tenang, maka akan dapat mengatasi gejolak dalam hidupnya, perkawinan, penyakit, dan situasi stress.
Menurut survei pendahuluan yang dilakukan di Kelurahan .......... Kecamatan .......... Selatan Tahun 2011 terdapat ibu menopause dari umur 40 tahun ke atas berjumlah 327 orang.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas penulis tertarik untuk memilih judul “Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Menopause di Kelurahan .......... Kecamatan .......... Selatan Kota .......... tahun 2011.”

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan uraian diatas maka dapat dirumuskan masalahnya yaitu : “Bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang menopause di Kelurahan .......... kecamatan .......... Selatan Kota .......... tahun 2011?”.

C. Tujuan Penelitian
C.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang menopause di Kelurahan .......... Kecamatan .......... Selatan Kota .......... tahun 2011.
C.2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang menopause di kelurahan .......... Kecamatan .......... Selatan Kota .......... Tahun 2011 berdasarkan umur.
b. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang menopause di Kelurahan .......... Kecamatan .......... Selatan Tahun 2011 berdasarkan pendidikan.
c. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang menopause di Kelurahan .......... Kecamatan .......... Selatan Tahun 2011 berdasarkan pekerjaan.

D. Manfaat Penelitian
D.1. Bagi Peneliti
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis serta menerapkan ilmu-ilmu kesehatan yang telah di dapat selama pendidikan di Akademi Kebidanan .....................
D.2. Bagi Pendidikan
Sebagai bahan informasi untuk melakukan penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan menopause dan dapat referensi kepustakaan Akademi Kebidanan .....................
D.3. Bagi Tempat Peneliti
Penelitian ini akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi ibu tentang menopause di Kelurahan ...........

Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran No.136

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI